Album Review
Zedd's True Colors Album Review
Hi! Kita ketemu lagi. Gue jarang nulis, iya tau kok. Gue
nulis kayak mau perbaruin surat wasiat. Setahun sekali. Jangan tanya juga
kenapa gue jarang nulis, penyakit lupa gue semakin akut. Gue bahkan lupa kalau
punya blog, kerjaan gue dalam rentang waktu terakhir nge-post sampai sekarang
cuma menyayangi... tugas dan nasib, hiks~ well, udah curhatnya, disini niat
awal gue sebenernya mau review album salah satu musisi EDM, concernnya di pop-EDM walau ada
elemen-elemen progressive house
dikit. Tapi kalau pas dibawah-bawah review gue mulai ngaco, mungkin rasa sayang
gue ke tugas sudah kambuh.
19 Mei lalu dia rilis album keduanya, True Colors. Yah, kan 2,5 tahun setelah Clarity, akhirnya Zedd ngeluarin
album juga. Kirain yang 2012 itu cuma album iseng, ehehehe. Oke gue bercanda
doang barusan. Well, yak! Di industri musik kayaknya udah lumrah ungkapan kayak
gini ya, “album pertama/debut kamu itu bikin kita berpaling ke kamu, omongin
kamu. Album kedua kamu baru yang ngebuktiin kamu pantes atau engga kita omongin.”
Singkatnya the second album is
everything, whether that’s truly make or break.
Zedd kayaknya tau betul dengan pamornya sebagai musisi EDM, terlebih setelah salah satu single di album debutnya, lagu
sejuta umat yang galau putus cinta, Clarity dapat
penghargaan Best Dance Recording di
GRAMMY 2014 lalu, pasti insentif untuk- taulah, keep the ball rolling pasti ada. Lewat True Colors, Zedd berusaha untuk memahat kembali namanya di
piala-piala penghargaan musik lainnya. Apa aja sih tacklist di True Colors? Ini dia:
Lead single album
ini, “I Want You To Know” keluar sebelum True
Colors sendiri rilis. Dengan gandengannya Selena Gomez, you can’t resist but to dance. Lagu sumber
gosip-gosip asmara antara dua musisi ini jadi lagu mainstream yang sering
banget diputer di radio-radio, sukses bikin single tersebut masuk jajaran 20 besar tiap chart musik baik di radio maupun acara
musik yang di TV-TV itu. Pemanasan bagus dari Zedd, setting isu pacaran supaya albumnya yang keluar Mei
bisa laku abis. Heuheuheu xD
In fact, terlepas dari lagu andalannya bareng
Selena tadi, album True Colors
sendiri dibuka dengan lagu “Addicted To Memory” yang liriknya dinyanyikan oleh
Bahari. (** jangan tanya gue dia itu siapa. Gue taunya Bahari yang nama
depannya Wisata ._.) Ha-ha-ha! Well, irama dan tempo di lagu pertama ini
rasanya 11-12 dengan lagu “I Want You To Know”, blended antara pop dan electro sama suara-suara terresterial radio.
Tipikal musik dance electro-lah. Kuping masih oke-oke aja, beat dan loopnya masih
bikin sadar kalo lagi denger musik electro.
Kemudian ada track
“Beautiful Now” yang didapuk jadi andalan kedua setelah “I Want You To Know”. Di
lagu ini gue seneng sama liriknya, walau gue sebenernya lebih seneng sama orang
yang bikin lirik lagu itu wkwkwk. Well disini juga masih keliatan signature beatnya Zedd. Kalau kalian
pernah denger “Rude” milik Magic
yang di-remix sama Zedd, kira-kira “Beautiful Now” ini beatnya mirip sama “Rude” remix. Begitu juga dengan lagu “Done With
Love” yang mirip track “Stay The
Night” di album sebelumnya, hanya saja menurut gue vokalnya lebih jelas dan mystical “Done With Love”. “Papercut”, “Straight
Into The Fire”, “True Colors” dan “Illusion” juga gajauh kesannya dari Clarity Album. Lalu kenapa title
albumnya mesti True Colors, padahal
warnanya mah sama aja kayak album debut cuma beat dan loopnya aja
dirubah dikit. Kenapa?
Tunggu dulu! Kalau kamu bilang begitu, berarti kamu belum
denger lagunya satu album full, atau berarti kamu belum download semua lagunya.
Di track “Transmission”, Zedd
mengajak Logic dan band rock alternatif X Ambassadors untuk isi vokalnya jadi
lebih hidup. Nuansa rap khas dari Logic dan vokal kuat milik Harris
sekilas membuat “Transmission” terdengar seperti lagu indie, tapi lagi-lagi silly dubstep Zedd makes it all into sense. Setelah menit ke 01:27 lagu ini lebih
terdengar seperti model-model track milik Daft Punk atau Justice. Oke, Anton bereksperimen
mulai dari lagu ini. Kelihatan~
Lain lagi dengan track
“Daisy”. At first i was like, ‘apa-apaan
nih? Gue denger musik electro atau orkestra?’ Ya. Di lagu “Daisy” signature beat milik Zedd ga terlalu kedengeran.
Gue kira nanti di tengah lagu ada surprisenya,
gedebak-gedebuk kayak “Find You”. Tapi walaupun lebih dominan instrumen
orkestra seperti violin dan piano serta suara latar yang super lembut, Zedd
tetap membuatnya enak didengar, seolah menggabungkan orkestra, akustik dan
electro itu sama sekali bukan dosa (emang ga dosa sih ehehehe). Belum lagi
liriknya yang puitis sekali~ terus yang nyanyi Julia Michaels. Gue sempet
berpikir ini lagu kok kayaknya ‘lesbian’ banget wahahaha.
Sedangkan track “Bumble
Bee” mencerminkan irama lagu yang seperti judulnya. Busy buzzing. Disini setir Anton bergeser sedikit ke arah progressive house, dengan heavy bass-drop dan irama dubstep lebih dominan dibanding track lainnya. Lagu ini juga pure kombinasi Zedd sama duo Botnek dari
Kanada, tanpa intervensi siapapun. Mereka bertiga aja. Track ini juga menurut
gue lebih kuat nuansa housenya dibanding
“Shave It Up” walau yah- ga seaddicting
lagu itu di album Clarity ehehehe. Jujur aja gue gaterlalu senang denger track dubstep tanpa vokal yang clear didalamnya. Jadi respon gue buat “Bumble
Bee” ini ya biasa. Sekali lagi, Zedd mencoba melipir ke arah genre musik
electro lain. Sah-sah aja, asal beat khasnya gadihilangkan biar kredibilitasnya
sebagai musisi pop-EDM juga tetap terpatri gitu.
Akhirnya selesai gue nulis review gajelas ini. Buat teman-teman,
jangan lupa download dan beli lagu serta album yang asli ya. Supaya musisi
kesenengannya bisa lancar penjualan karyanya, kali aja kalau traffic albumnya lancar, mereka
jadi makin sering bikin konser. Makasih sudah baca review gajelas gue,
kapan-kapan main lagi ya! :)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar