A Hello From One Ok Rock's 35XXXV


Album Review





ONE OK ROCK's 35XXXV Album Review




Hi! It’s been a long time, isn’t it? Gue lupa password, jadi engga nulis-nulis disini. Gue sering lupa. Lupa password, lupa hari sama tanggal, lupa umur, lupa jadwal kuliah, lupa nama dosen, lupa udah mandi apa belom, lupa dimana taruh hp, lupa dimana taruh kunci, lupa alamat rumah orang tapi gapernah lupa jalan pulang ke rumah sendiri, dan gue lupa kalo apa yang ditulis dari baris atas sampai baris ini ga ada korelasinya dengan apa yang mau gue bahas.

Namanya juga lupa, ya kan?

Well, gausah dibaca lagi intermezzo gaberguna diatas tadi, karena gue mau mereview –kalo bisa dibilang review wkwkwk- the 7th album of One Ok Rock, 35XXXV! Sebetulnya album ini udah rilis tanggal 11 Februari lalu, tapi karena album fisik orderan gue baru nyampe ya jadinya baru sekarang gue nge-review.

Beberapa dari kalian pasti bertanya-tanya kenapa nama albumnya ‘35XXXV’ atau ‘kenapa covernya kayak gitu’, atau ‘ada apa sih dibalik arti 35XXXV’. Gue bener-bener minta maaf tapi gue ga akan bahas hal itu, udah banyak banget blog lain diluar sana yang bahas filosofi album 35XXXV, lagian kalo gue nulis filosofi mereka atas 35XXXV disini, sekarang, itu ketinggalan jaman banget. Percaya deh!

 Mari kita bicarakan trek-trek musiknya aja, oke?

Pertama, album ini diproduseri oleh om kita yang kocak namun bertalenta, John Feldmann. Kedua, di album ini ada 13 lagu, 2 diantaranya kita udah tau karena dirilis sebagai single tahun lalu, Mighty Long Fall dan Decision. Selain itu ada Heartache yang kita juga udah kenal karena jadi Original Soundtrack film Rurouni Kenshin: The Legend Ends (*Mighty Long Fall juga merupakan OST sequel Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno), jadi sisanya ada 10 lagu yang bikin surprise di telinga. Ini dia tracklist-nya:

·         3XXXV5
·         Take Me To The Top
·         Cry Out
·         Suddenly
·         Mighty Long Fall
·         Heartache
·         Memories
·         Decision
·         Paper Planes (featuring Kellin from Sleeping With Sirens)
·         Good Goodbye
·         One By One
·         Stuck In The Middle
·         Fight The Night



Loh? Judulnya bahasa Inggris semua satu album? Iya! Hebat kan? Wkwkwk gapenting banget pertanyaanya ah. Nah, album ini diawali oleh lagu yang judulnya sama kayak albumnya sendiri, uhm- gasama sih cuma dibalik doang, ah tipikal OOR banget ha-ha-ha.___.

3XXXV5 starts with mechanical melancholy, accompanied by a haunting piano melody, dan ketika beat drum-nya Tomoya udah masuk... you know you’re about to be taken on a wild ride! OOR really know how to do an introduction. Jolting into powerful screams and a soaring guitar riff that bounces off all the corners of your inner ears, feel like you’re falling into the music.

Kemudian di tracklist kedua ada Take Me To The Top, salah satu favorit gue di album ini. Sekilas ngingetin akan Seken Shirazu no Uchuhikoushi sama Onion! It’s catchy as hell! You can’t help but bounce along as Tomoya dominates the kit. Lompat ke lagu ketiga, ada Cry Out. Ini yang bikin gue menggila, terlebih setelah lihat klip video musiknya. Habisnya mas Toru ganteng wehehehe :D Engga kok, maksud gue selain mukanya yang ganteng-ganteng cuek bodo amat itu disorot kamera, skill gitarnya... ah udahlah mati aja gue. It’s a truly beautiful song. Decision, Suddenly and Stuck In The Middle are deliciously rocky too.



Perubahan tempo dan nada terdengar nih di lagu Memories. ‘Memory, memory now. Go and f*** yourself! Don’t wanna be has-been, never gonna happen, not like you!’ Well, ketika denger lagu ini gue ngerasa familiar banget. Sekilas mirip lagu-lagunya You Me At Six, Simple Plan atau Fall Out Boy gitu. Ehehehe namanya juga Rock Alternatif ya? Tapi karena Taka pernah bilang kalau genre utama OOR adalah Emo, mungkin gue bisa saranin dia denger BVB. Itu—yang vokalisnya namanya Andy Biersack. Aduh, orang ganteng lagi-_-

Ya ampun gue banyak banget ngalor ngidul-nya, maapin ya. Oh! Di album ini OOR duet sama Kellin Quinn (dia bukan ayah atau kakaknya Farah Quinn, please quit that joke) di lagu Paper Planes. This song is by far the most distanced track on the album, lone poppy/electronic gitu. Kemudian kita tahu Be The Light, Smiling Down dan Pierce adalah salah tiga dari banyak lagu yang membuktikan OOR juga bisa main ballad, dan di album ini kita disuguhkan Good Goodbye, Heartache dan Fight The Night.

Finally, what my brother consider to the album standout track (Iya bukan gue, menurut adek gue), One By One kicks off into full swing with briliant screams, dirty samples, killer drums and heavy as f*** guitars, kinda similar to Juvenile in its punchiness, and for this i totally agree that Taka’s screams are top notch! Gue bangga jadinya :’)



Nah, selesai gue nulis review alay ini. Jangan malu jadi alay. Jangan lupa juga beli CD musik yang asli ya temen-temen karena itu membantu naikin traffic download legal album. Kalo traffic legal album di Indonesia tinggi, siapa tau sebulan bisa ada 10 band manggung disini ekekeke~ makasih udah baca tulisan gue, kapan-kapan main lagi ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar